Makam Sunan Bonang

Begini Suasana Makam Sunan Bonang Jelang Ramadhan 1440H

Makam Sunan Bonang menjelkang bulan suci ramadhan 1440H tak pelak menjadi destinasi wisata religi yang tidak ketinggalan oleh warga sekitar baik dalam kabupaten Tuban ataupun luar kabupaten. Sunan Bonang adalah salah satu wali penyebar agama islam di tanah jawa dan dimakamkan di Kota Tuban, Jawa Timur.

Usai wafat dan dimakamkan, hingga saat ini mungkin sudah lebih dari jutaan orang yang singgah untuk ziarah dan melakukan doa bersama, dan ini merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan oleh para pengunjung makam.

Suasana makam Sunan Bonang yang saat ini sudah dijadikan sebagai komplek lokasi wisata, makam kuno ini juga menjadi cagar budaya nasional karena ramai didatangi oleh pengunjung dari berbagai daerah di tanah air.

Jelang ramadhan 1440H tahun 2019 ini, terjadi peningkatan jumlah pengunjung, bahkan para pengunjng rela antri untuk bergantian memanjatkan doa. Ada yang datang sendiri, rak sedikit pula yang membawa rombongan.

“Sebelum puasa kita adakan ziarah ke wali-wali, jadi setelah puasa diharapkan bisa meningkatkan ketaqwaan,” ungkapMuhammad Nur Hadi, peziarah yang mengenakan kopiah hitam.

Begitu juga rombongan yang berasal dari Tebu Ireng, Jombang, mereka rela antri untuk mendapat bagian masuk dan berdoa di pelataran makam Sunan Bonang. “Kita dari rombongan Tebu Ireng, ini setelah melaksanakan UNBK kita sekarang ziarah ke makam Sunan Bonang, ada sekitar 30 santri yang ikut,” kata Ibadurrohman perwakilah peziarah dari Tebu Ireng yang setelah dari makam Sunan Bonang akan melanjutkan ziarah ke wali limo.

Kearifan lokal ini telah terjaga dari ratusan tahun lalu, dan tak hanya sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan sang pencipta lewat doa untuk para leluhur, cara ini juga sebagai pelestarian tradisi ziarah situs sejarahh perkembangan islam di tanah jawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top