Proyek Pembangunan Pasar di Tuban

Proyek Pembangunan Pasar Senilai 14M Di Tuban Dibangun Ulang?

Proyek pembangunan pasar di Tuban yang berada di desa Mondokan kecamatan Tuban sebenarnya telah dilakukan pada tahun 2000 lalu oleh PT Hutama Karya, sayangnya, proyek tersebut terhenti dan menyisakan bangunan yang belum tuntas. Melihat bangunan yang masuk belum rampung akhirnya para penjual enggan untuk menghuni hingga akhirnya mangkrak. Kini, rencana proyek pembangunan tersebut mulai kembali menggeliat setelah 19 tahun.

Pantauan tubanmendatang.com soal masalah yang menjerat pengambun PT Hutama Karya sampai bisa menghentikan kegiatanya karena berhadapan dengan Pemkab hingga masuk ke meja hijau pada tahun 2016 belum bisa terungkap karena kurang informasi.

Dari hasil penelusuran, gugatan yang dilayangkan oleh Pemkab Tuban akhirnya membuat PT HUtama Karya kalah, dan konsekuensinya harus melanjutkan proyek pembangunan pasar di Tuban tersebut. Sementara nilai proyek pembangunan tersebut mencapai 14 milyar rupiah.

Rencananya, lanjutan pengembangan tersebut akan dibuat dengan konsep modern, ada hotel, pariwisata hingga mall 24 jam yang dibangun diatas lahan seluas 8 hektar.

Hingga berita ini diturunkan, proses perataan untuk persiapan groundbreaking yang akan dilakukan oleh Bupati Fathul HUda pada hari Kamis (17/10/2019) menuai protes dari user pasar tersebut. Mereka mengaku bekum ada komunikasi antara pembangun proyek pembangunan pasar di Tuban dengan user mengingat pasar ini telah mngkar hampir 2 dekade.

Kini, sekitar 30 user pasar besar Tuban yang tergabung dalam paguyuban pasar besar Tuban tersebut mendatangi kantor dinas perindustrian dan prdagangan mempertanyakan kelanjutannya seperti apa. “Kami datang untuk memperjelas ini, kami tanyakan ke kepala dinas,” ujar Yohana selaku koordinator paguyuban didampingi user lainnya saat mediasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tuban, Agus Wijaya menyatakan, sebenarnya PT Hutama Karya selaku pengembang proyek pembangunan pasar di Tuban ingin mengundang semuanya untuk sosialisasi. Tapi dengan segala keterbatasan, sehingga hanya beberapa orang yang diundang untuk mendapatkan penjelasan keberlanjutan pasar tersebut.

Pihak pengembang mengaku telah melakukan konsolidasi “Sudah ada yang diundang, tapi memang tidak semua. Kalau sudah ada Paguyuban seperti sekarang ini kan enak,” ucapnya.

Menanti kejelasan masalah proyek pembangunan pasar di Tuban tersebut para user memilih menunggu, apakah akan mendapatkan ganti rugi berlipat jika mundur sebagai pembeli, atau mendapatkan harga khusus jika ingin melanjutkan menempati pasar yang direvitalisasi tersebut. Kita lihat nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top