Harga Bahan Baku Batik

Harga Bahan Baku Batik Di Daerah Ini Naik

Harga bahan baku batik di Desa Klampar, Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (5/2/2020) dikabarkan naik. Perajin batik di daerah tersebut mengaku mengeluh dengan kenaikan harga kain sekitar 22% yakni sekitar dua ribu rupiah. Jika sebelumnya Rp. 9000 rupiah maka saat ini menjadi Rp.12.000 rupiah perpotong dengan ukuran yang sama yakni 80x80cm. Begitu juga pewarna yang biasa digunakan, juga mengalami kenaikan.

Kenaikan harga tersebut ternyata telah dirasakan beberapa pekan lalu, sayangnya, kenaikan tersebut tak dibarengi dengan harga jual batik. Alhasil, para perajin terus mengeluh.

“Harga kain dari 9.000 menjadi 12.000 per potong yang ukuran 80 cm x 80 cm, terus pewarna dari 110.000 menjadi 130.000 per kg,” kata Amirudin salah seorang perajin batik di Pamekasan yang mengeluh harga bahan baku batik.

Kampung Batik Desa Klampar

Hasil batik di Pamekasan mungkin tak terkenal seperti kota-kota lain yang sengaja memberikan ciri dengan hasil corak dan motifnya. Meski begitu, beberapa tahun belakangan ini batik di Pamekasan banyak digemari karena warna yang banyak digemari. AKhirnya, pemerintah kabupaten Pamekasan menetapkan desa Klampar sebagai kampung wisata batik di Madura.

Motif bunga atau daun dengan aksen warna merah terang memberikan daya pikat tersendiri jika batik Madura ini semakin banyak digemari. Dan ternyata keterampilan membatik dari penduduk desa Klampar memang telah terpatri sejak lama dan menjnadi warisan buda turun temurun hingga generasi saat ini.

Harga Bahan Baku Batik Dikeluhkan Perajin Batik Klampar
Perajin Batik di Desa Klampar Pamekasan – foto : Antaranews

Harapannya, harga bahan baku batik di desa Klampar, Pamekasan tak lagi melambung, karena jelas akan mempengaruhi daya beli dan perputaran ekonomi para perajin batik asal Madura.

Sumber : Antaranews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top